Tuesday, January 31, 2006

Bulan Film Jerman, February 2006

Pemutaran Film Jerman
Kerjasama Common Room dan Goethe institute Jakarta


Rabu, 1 Februari 2006
Do Fish Do It Pk. 13.00 - 15.00
Kroko Pk. 15.30 - 17.30

Kamis, 2 Februari 2006
Goodbye Lenin Pk. 13.00 - 15.00
Urban Guerillas Pk. 15.30 - 17.30

Jumat, 3 Februari 2006
Anansi Pk. 13.00 - 15.00
Gegen die wand (head on) Pk. 15.30 -17.30

Klab Nonton, Bulan FILM JERMAN


Setiap Kamis, Pk. 15.00 - 17.00
9 Februari 2006, Tin Drum
16 Februari 2006, Million Dollar Hotel
23 Februari 2006, The Edukators


ANANSI
Format: 35 mm/VHS-PAL, berwarna. Durasi: 80 menit. Tahun pembuatan: 2002. Produksi: Avista Film/Brainpool TV/Calypso. Filmproduktion/arte/BR. Sutradara: Fritz Baumann. Penulis skenario: Fritz Baumann. Bahasa: bahasa Inggris (tanpa teks). Genre: drama. Penata kamera: Arturo Smith. Editor: Christian Lonk. Musik: Roman Bunka. Pemain: George Quaye, Naomie Akinghole, Maynard Eziahi

Sinopsis:
Dari Ghana melintasi Maroko kemudian Spanyol, sekelompok anak muda Afrika datang ke Eropa. Seorang fotografer dan pacarnya dan dua pemuda lain terpikat oleh janji manis dan tipuan Sir Francis yang baru tiba dari Eropa. Mereka ingin mencari hidup yang lebih baik. Dalam mitologi Afrika Barat, Anansi berarti laba-laba. Sebuah konsep mistis mengenai strategi orang Afrika untuk bertahan hidup dalam kondisi terburuk sekalipun. Tokoh utama, Zaza, dimainkan oleh Geoerge Quaye, seorang aktor opera sabun Ghana yang sangat terkenal. Sir Francis -dimainkan oleh Maynard Eziashi, meraih Silver Bear pada Festival Film Berlin tahun 1992 untuk perannya di Mister Johnson. Sementara soundtrack film ini dibuat oleh Shaggy, seorang penyanyi terkenal Amerika dengan lagu Why Me Lord. Anansi sendiri merupakan road movie/film perjalanan mereka menghadapi halangan mereka untuk ke Eropa. Film ini sangat satir, kadang lucu, mengharukan dan sedih. Sutradara Fritz Baumann berhasil menggambarkan keadaan Afrika dan orang-orang Afrika yang mencoba bertahan di Eropa, negeri jauh yang selama ini turut menjajah mereka. Film ini juga sangat manusiawi dan jauh dari bias kolonial yang biasanya dilakukan sutradara yang memotret soal Afrika. Bagaimanapun, ending film ini sangat menyedihkan.
Catatan penghargaan:
Munich Film Festival 2002
Pemenang One Future Award Fritz Baumann

DO FISH DO IT? (FICKENDE FISCHE)
Format : 35 mm/VHS-PAL, berwarna. Durasi : 103 menit. Tahun pembuatan : 2002. Produksi : Icon Film/WDR/BR. Sutradara : Almut Getto. Penulis skenario : Almut Getto. Bahasa : Jerman dengan subtitle bahasa Inggris. Genre : drama, remaja. Penata kamera : Andreas Höfer. Editor : Ingo Ehrlich. Musik : Tom Deininger Pemain : Sophie Rogall, Tino Mewes, Annette Uhlen, Hans-Martin Stier, Ferdinant Dux, Angelika Milster, Jürgen Tonkel, Thomas Feist, Uwe Rohde.

Sinopsis:
Seorang anak muda berumur 16 tahun, Jan, mengidap AIDS setelah menerima transfusi darah. Penyakit ini membuatnya menjadi orang yang pesimis dan murung. Tetapi ia kemudian bertemu seorang gadis, Nina, yang kelak akan mengubah hidup dan sikapnya. Film ini menggambarkan kisah cinta pertama yang menyakitkan. Nina seorang gadis muda yang penuh energi dan ide-ide gila. Jan sebaliknya. Mereka bertemu lewat perantaraan dunia ikan dan mereka pun mengakhiri hidupnya bersama ikan-ikan. Dalam film ini, sutradara Almut Getto bercerita tentang problem-problem yang dihadapi keluarga, dan terutama keluarga yang memiliki anak-anak belia, seperti Jan dan Nina. Secara lebih spesifik, film ini
juga mengetengahkan persoalan yang selama ini jarang diekspos, yakni kehidupan seorang penderita AIDS.
Catatan penghargaan:
  • German Film Awards 2003 Film Award in Gold Penulisan skenario dan produksi: Almut Getto Nominasi Film Award in Gold Pemeran utama (aktris): Sophie Rogall
  • German Film Critics Association Awards 2003 Pemenang German Film Critics Award Penulisan skenario (Bestes Drehbuch) Almut Getto
  • Max Ophüls Festival, 2002, Pemenang Prize of the Minister President of the State of Saarland Almut Getto Nominasi Max Ophüls Award Almut Getto
  • Schwerin Art of Film Festival, 2002, Pemenang Audience Award Almut Getto Nominasi Flying Ox Almut Getto

GOODBYE LENIN!
Produksi : X-Filme Creative Pool, Westdeutcher. Rundfunk (WDR)/arte. Format : 35 mm, VHS PAL, berwarna. Panjang : 121 menit. Tahun pembuatan : 2003. Sutradara : Wolfgang Becker . Penulis skenario : Wolfgang Becker, Bernd Lichtenberg. Genre : drama. Bahasa : Jerman dengan teks bahasa Inggris. Kamera : Martin Kukula. Editor :Peter R. Adam. Musik : Yann Tiersen. Pemeran : Daniel Brühl, Katrin Saß, Chulpan Khamatova, dll.

Sinopsis:
Berlin pada musim gugur 1989. Ibu Alex mengalami koma setelah terjatuh dalam sebuah demonstrasi. Ibu Alex terbangun dari komanya delapan bulan kemudian, pada tahun 1990. Selama ia mengalami koma, banyak kejadian berlangsung: tembok Berlin runtuh, bersatunya Jerman Barat dan Timur, serta terjadinya perubahan besar-besaran, terutama di Berlin. Dokternya mengingatkan Alex dan adiknya yang telah punya anak, untuk berhati-hati dengan kesehatan
ibunya. Ibunya tidak boleh mengalami gundangan sedikit pun. Karena alas an ini, Alex kemudian mengkonstruksi sebuah dunia yang dibayangkan ibunya. Alex berpura-pura bahwa keadaan masih seperti ketika ibunya sehat. Jerman Timur masih ada. Partai sosialis masih berkuasa. Dan tembok Berlin masih berdiri tegak. Alex mengerahkan sahabat-sahabatnya untuk membuat berita tentang partai sosialis. Juga sahabat-sahabat ibunya serta anak-anak. Tetapi suatu hari, dunia konstruksi Alex ini akhirnya harus berakhir. Ibunya melihat kondisi telah berubah. Banner Coca Cola di mana-mana, patung Lenin dan Stalin dipindahkan, pengaruh Barat tak terbendung lagi. Film ini merupakan salah satu film paling sukses di Jerman. Selain memotret realitas Jerman pasca reunifikasi, film ini sangat berhasil memainkan ironi, humor dan realitas pedih pemisahan Jerman Barat dan Timur. Film ini berhasil memotret orang-orang yang harus menghadapi perubahan mendadak. Dalam menangangkat persoalan yang sedikit sensitive ini,
sutradara Wolfgang Becker juga tidak bias dalam mengangkat persoalan ideologi, apalagi moral. Humor yang dimainkan pun sangat mengena dan cerdas. Tak heran film ini memperoleh banyak penghargaan. Sebuah film yang wajib ditonton!
Catatan penghargaan:
  • Argentinean Film Critics Association Awards 2005 Nominasi Silver Condor Film berbahasa asing terbaik (Mejor Película Extranjera en Idioma no Español) Wolfgang Becker Jerman
  • BAFTA Awards 2004 Nominasi BAFTA Film Award Film berbahasa non Inggris terbaik Stefan Arndt Wolfgang Becker
  • Bambi Awards 2003 Pemenang Bambi Film Nasional Daniel Brühl, Katrin Saß, Florian Lukas
  • Bavarian Film Awards 2004 Pemenang Audience Award Wolfgang Becker
  • Berlin International Film Festival 2003 Pemenang Blue Angel Wolfgang Becker Nominasi Golden Berlin Bear Wolfgang Becker
  • Bodil Awards 2004 Pemenang Bodil Film Non-America terbaik (Bedste ikke-amerikanske film) Wolfgang Becker
  • César Awards, France 2004 Pemenang César Film Uni Eropa terbaik (Meilleur film de l'Union Européenne) Wolfgang Becker Jerman
  • David di Donatello Awards 2004 Nominasi David Film Eropa terbaik (Miglior Film dell'Unione Europea) Wolfgang Becker
  • Directors Guild of Great Britain 2004 Pemenang DGGB Award Penyutradaraan terbaik untuk film berbahasa asing (Outstanding Directorial Achievement in Foreign Language Film) Wolfgang Becker
  • Euregio Filmball 2003 Nominasi Euregio Film Award Film Jerman terbaik di Cinetower, Alsdorf (People's Award) Wolfgang Becker
  • European Film Awards 2003 Pemenang Audience Award Aktor Terbaik Daniel Brühl Aktris terbaik Katrin Saß Sutradara terbaik Wolfgang Becker European Film Award Aktor terbaik Daniel Brühl Film Terbaik Stefan Arndt Skenario terbaik Bernd Lichtenberg Nominasi European Film AwardAktris terbaik Katrin Saß Sutradara terbaik Wolfgang Becker
  • German Camera Award 2004 Nominasi German Camera Award Film Fiksi panjang terbaik(Spielfilm) Martin Kukula
  • German Film Awards 2003 Pemenang Audience Award Film Terbaik Jerman 2003 (German Film of the Year) Film Award in Gold Film fiksi panjang terbaik (Outstanding Feature Film) Aktor terbaik (Outstanding Individual Achievement: Actor) Daniel Brühl Penyutradaraan terbaik (Outstanding Individual Achievement: Direction) Wolfgang Becker Editing terbaik (Outstanding Individual Achievement: Editing) Peter R. Adam Musik terbaik (Outstanding Individual Achievement: Music) Yann Tiersen Desain produksi terbaik (Outstanding Individual Achievement: Production Design) Lothar Holler Aktor pembantu terbaik (Outstanding Individual Achievement: Supporting Actor) Florian Lukas Nominasi Film Award in Gold Aktris terbaik (Outstanding Individual Achievement: Actress) Katrin Saß Aktris pembantu terbaik (Outstanding Individual Achievement: Supporting Actress) Maria Simon
  • German Screenplay Award 2002 Pemenang Screenplay Award Wolfgang Becker Bernd Lichtenberg
  • Golden Globes, USA 2004 Nominasi Golden Globe Film berbahasa asing terbaik Jerman
  • Golden Trailer Awards 2005 Nominasi Golden Trailer Film independen asing terbaik (Best Foreign Independent)
  • Goya Awards 2004 Pemenang Goya Film Eropa terbaik (Mejor Película Europea) Wolfgang Becker Jerman
  • Guild of German Art House Cinemas 2003 Pemenang Guild Film Award - Gold Film Jerman terbaik (Deutscher Film) Wolfgang Becker
  • Guldbagge Awards 2004 Nominasi Guldbagge Film berbahasa asing terbaik (Bästa utländska film) Jerman
  • Italian National Syndicate of Film Journalists 2004 Nominasi Silver Ribbon Penyutradaraan terbaik - Film asing (Regista del Miglior Film Straniero) Wolfgang Becker
  • London Critics Circle Film Awards 2004 Pemenang ALFS Award Film berbahasa asing terbaik tahun 2004- Jerman.
  • Robert Festival 2004 Pemenang Robert Film Non -Amerika terbaik (Årets ikke-amerikanske film) Wolfgang Becker
  • Sant Jordi Awards 2004 Pemenang Audience Award Film asing terbaik (Mejor Película Extranjera) Wolfgang Becker
  • Turia Awards 2004 Pemenang Audience Award Film asing terbaik Wolfgang Becker
  • U.S. Comedy Arts Festival 2004 Pemenang Film Discovery Jury Award Film berbahasa asing terbaik
  • Valladolid International Film Festival 2003 Pemenang Jury Special Priz Wolfgang Becker
  • Nominasi Golden Spike Wolfgang Becker

HEAD ON (GEGEN DIE WAND)
Produksi : Wüste-NDR/arte-Corazon. Format : 35 mm, VHS PAL, berwarna, 121 menit. Tahun pembuatan : 2004. Sutradara : Fatih Akin. Penulis skenario : Fatih Akin. Genre : drama. Bahasa : Jerman dengan teks bahasa Inggris. Kamera : Rainer Klausmann. Editor :Andrew Bird. Musik : Klaus Maeck. Pemeran : Birol Unel, Siebel Kekilli, Catrin. Striebeck, Güven Kirac

Sinopsis:
Cahit adalah seorang laki-laki keturunan Turki yang depresi. Ia tinggal di Hamburg. Di sebuah klinik, setelah ia hampir bunuh diri, Cahit bertemu seorang perempuan Jerman-Turki yang sangat cantik dan masih muda, Sibel. Sibel mengajak Cahit menikah karena ia ingin bebas dari belengggu keluarganya yang konservatif. Meski mula-mula menolak, Cahit akhirnya mau juga menikah pura-pura dengan Sibel. Mereka hidup di apartemen Cahit sebagai dua teman serumah, tetapi Sibel menikmati kehidupan bebasnya sendiri. Ia sekarang telah terlepas dari belenggu keluarga.Sementara Cahit masih dalam situasi yang sangat
rentan. Lama-kelamaan timbul cinta di antara mereka berdua. Hubungan kedua suami-istri pura-pura itu pun menjadi sangat kompleks. Akibat pelecehan yang dilakukan seorang laki-laki pada Sibel, Cahit masuk penjara. Sibel yang merasa bersalah, kemudian pergi ke rumah saudaranya di Istambul. Beberapa tahun kemudian, Cahit datang ke Istambul dan mencari Sibel, tetapi Sibel telah memiliki kehidupannya sendiri. Kisah ini diceritakan secara linier dengan iringan sebuah ensambel musik Turki di tepian Selat Bosporus. Film ini mendapat banyak penghargaan dan sorotan khusus karena menceritakan kehidupan imigran-imigranTurki di Jerman secara ironik dan riil. Dalam beberapa hal, kisah yang diangkat merupakan lambang dari kebingungan dan revolusi generasi imigran yang hidup di persimpangan kebudayaan mereka: budaya Jerman yang lebih liberal dan Turki yang cenderung konservatif. Film ini mengangkat kegelisahan generasi-generasi kontemporer yang harus berhadapan dengan kesunyian dan keterasingan, sebuah kehidupan tanpa cinta yang menyiksa. Film ini berangkat dari skenario yang rapi dan tersusun baik. Sinematografi pun digarap dengan cukup serius. Para aktor bermain cukup istimewa, terutama Birol Ünel dan Sibel Kekilli. Tetapi kekuatan film ini memanglah cerita yang luar biasa dan musik yang
mempesona. Penata musik Klaus Maeck menggabungkan musik tradisional Turki, punk yang memberontak dan lagu-lagu Depeche Mode yang dalam. Sebuah kombinasi yang menjadikan film ini sebagai salah satu film Turki terbaik sepanjang masa.
Catatan penghargaan :
  • Berlin International Film Festival 2004 pemenang FIPRESCI Prize Kompetisi Fatih Akin Golden Berlin Bear Fatih Akin
  • Bodil Awards 2005 Nominasi Bodil Film Non-Amerika Terbaik (Bedste ikke-amerikanske film) Fatih Akin
  • Brothers Manaki International Film Festival 2004 Pemenang Golden Camera 300 Rainer Klausmann
  • David di Donatello Awards 2005 Nominasi David Film Eropa terbaik (Miglior Film dell'Unione Europea) Fatih Akin
  • European Film Awards 2004 Pemenang Audience Award Sutradara terbaik (Best Director) Fatih Akin European Film Award Film terbaik Stefan Schubert (producer) Ralph Schwingel (producer) Nominasi Audience Award Aktor terbaik Birol Ünel European Film Award Aktor terbaik Birol Ünel Aktris terbaik Sibel Kekilli Sutradara terbaik Fatih Akin Skenario terbaik Fatih Akin
  • Film+ 2004 Pemenang Editing Award Andrew Bird
  • German Camera Award 2004 Pemenang German Camera Award Film fiksi panjang terbaik (Spielfilm) Rainer Klausmann Nominasi German Camera Award - Outstanding Editing Film fiksi panjang terbaik (Spielfilm) Andrew Bird
  • German Film Awards 2004 Pemenang Film Award in Gold Film fiksi panjang terbaik (Outstanding Feature Film) Stefan Schubert Ralph Schwingel Aktor dengan penampilan terbaik (Outstanding Individual Achievement: Actor) Birol Ünel Aktris dengan penampilan terbaik (Outstanding Individual Achievement: Actress) Sibel Kekilli Sinematografi terbaik (Outstanding Individual Achievement: Cinematography) Rainer Klausmann Penyutradaraan terbaik (Outstanding Individual Achievement: Direction) Fatih Akin
  • Goya Awards 2005 Pemenang Goya Best European Film (Mejor Película Europea) Fatih Akin Germany.
  • Guild of German Art House Cinemas 2004 Pemenang Guild Film Award - Gold German Film (Deutscher Film) Fatih Akin
  • Italian National Syndicate of Film Journalists 2005 Nominasi Silver Ribbon Sutradara terbaik - Film asing (Regista del Miglior Film Straniero) Fatih Akin
  • Mexico City International Contemporary Film Festival 2005 Pemenang La Pieza Sutradara dengan penceritaan terbaik (Best Narrative Feature Director) Fatih Akin
  • New Faces Awards, Germany 2004 Pemenang New Faces Award Aktris Sibel Kekilli
  • Nuremberg Film Festival "Turkey-Germany" 2004 Pemenang Aktor terbaik (Best Actor) Birol Ünel Aktris terbaik (Best Actress) Sibel Kekilli
  • Oslo Films from the South Festival 2004 Pemenang Films from the South Award Fatih Akin
  • Ourense Independent Film Festival 2004 Pemenang Calpúrnia Grand Prize Fatih Akin
  • Robert Festival 2005 Nominasi Robert Film Non-Amerika terbaik (Årets ikke-amerikanske film) Fatih Akin
  • Santa Barbara International Film Festival 2005 Pemenang Special Jury Award Penampilan aktris terbaik (Best Performance by an Actress in an International Film) Sibel Kekilli
KROKO
Produksi : Luna. Format : 35 mm, VHS PAL, berwarna, 92 menit. Tahun pembuatan : 2003. Sutradara : Sylke Enders. Penulis skenario : Sylke Enders. Genre : drama. Bahasa : Jerman dengan teks bahasa Inggris. Kamera : Matthias Schellenberg. Editor :Frank Brummundt. Musik : Robert Philipp. Pemeran : Franziska Jünger, Alexander Lange, Hinnerk. Schönemann, dan Danilo Bauer.

Sinopsis:
Julia, seorang gadis berusia 16 tahun, menyebut dirinya Kroko. Ia tergabung dalam sebuah gang anak muda di Berlin-Wedding. Ia tampak dingin dan keren di antara teman-temannya. Ia hidup dengan seorang ibu dan adiknya, Cora, yang masih kecil. Julia sering membuat masalah dengan ibunya. Julia juga suka mencuri di supermarket. Pada suatu hari, ia menyetir mobil temannya dan mengalami kecelakaan. Ia menabrak seseorang. Sebagai hukumannya, ia harus bekerja di panti sosial, tempat orang-orang tunagrahita tinggal. Hukuman itu merupakan hal yang berat bagi Kroko yang cuek dan dingin. Pada hari-hari pertama di panti sosial, ia sudah membuat masalah dengan para penghuni. Ia memberikan alkohol kepada Thomas yang sensitif dan lumpuh. Tetapi lama-kelamaan sikap Julia a.k.a Kroko ini berubah. Hal ini disebabkan teman-teman gangnya ternyata tidak mau mengerti dan membantu persoalan yang menimpanya. Pacarnya pun mulai bosan dengan sikap Kroko yang dingin dan arogan. Julia pelan-pelan mulai membuka diri dengan kehidupan teman-teman tunagrahitanya. Ia belajar memahami kehidupan orang-orang difable itu. Film ini cukup bagus dan tidak mendramatisir. Secara sederhana, film ini menggambarkan persoalan yang dialami anak-anak muda perkotaan yang terasing dan miskin. Mereka sangat agresif, tanpa masa depan, tanpa keluarga lengkap, pengangguran, dan cuek. Plot film ini tidak terlalu rumit tetapi juga tidak mudah ditebak. Sang aktris bermain cukup bagus, meski ia bukan professional. Film ini juga berhasil menggambarkan perubahan-perubahan yang dialami oleh seorang anak muda yang agresif bersentuhan dengan persoalan-persoalan tentang difabilitas dan orang-orang marginal lainnya.
Catatan penghargaan:
  • European Film Awards 2004 Nominasi European Discovery of the Years Sylke Enders
  • First Steps Awards, Germany 2003 Nominasi First Steps Award Film fiksi panjang terbaik- Panjang di atas 60 menit (Abendfüllende Spielfilme) Sylke Enders Deutsche Film- und Fernsehakademie Berlin.
  • German Film Awards 2004 Pemenang Film Award in Silver Film fiksi panjang terbaik (Outstanding Feature Film) Gudrun Ruzicková-Steiner Nominasi Film Award in Gold Outstanding Feature Film Gudrun Ruzicková-Steiner Aktor pendukung terbaik (Outstanding Individual Achievement: Supporting Actor) Hinnerk Schönemann

URBAN GUERILLAS
Produksi : 36 Pictures Erhan Emre, Neco Celi. Format : 35 mm (diambil dengan miniDV), VHS PAL, berwarna, 83 menit. Tahun pembuatan : 2003 Sutradara : Neco Celik. Penulis scenario : Neco Celik. Genre : cult film (urban/hiphop/street culture). Bahasa : Jerman dengan teks bahasa Inggris. Kamera : Hannes Hubach. Editor :Michael Baudi. Musik : Enis Rotthoff. Pemeran : Felix Kasper Kalypso, Ilke Üner, Idil Üner,. Neco Celik, Ingeborg Westphal, Serpil Turhan, Gülsah. Erol, Badegul Sönmez

Sinopsis:
Sebuah film tentang kehidupan jalanan Berlin. Cocok untuk pecinta hiphop, grafitti, dan street culture atau subkultur lainnya. Film ini bercerita tentang berbagai orang yang hidup di jalanan: para seniman grafiti, grup hip hop, dan dua orang yang ingin mendirikan record label mereka sendiri. Remaja-remaja ini memiliki pilihan dan alasan mengapa mereka memilih hip hop atau grafiti. Dan mereka pun punya persoalan di antara mereka sendiri: persoalan keluarga, teman sebaya, cinta, dan konflik antar gang. Mereka membentuk subkultur, sebuah kultur jalanan, sebuah perlawanan menghadapi kemapanan. Film ini menggunakan frame beberapa tokoh. Danger dan Kaspar tidak diakui sebagai anggota gang graffiti. Mereka kemudian bertekad untuk membuat grafiti untuk menghormati teman mereka yang telah mati. Kaspar selalu menganggap Danger adalah laki-laki, padahal ia perempuan. Dengan bantuan neneknya, Danger akhirnya mengakui bahwa dirinya perempuan. B-Boy Buelent menyukai breakdances, tetapi tunangannya tidak menyukai hobi B-Boy. Ia ingin segera menikah tetapi banyak kendala yang dihadapi, diantaranya hobi break dance B-Boy. Sementara, Ozan dan Madlen hendak mendirikan record label mereka bernama Toon Records. Ozan berjanji untuk mengajak para rapper untuk bergabung di label mereka. Ia kemudian mengadakan pesta yang memungkinkan para rapper dan anak-anak grafitti serta breakdancers berkumpul. Film ini diiringi musik-musik yang cukup menarik.
Tidak ada catatan penghargaan.

No comments: